Showing posts with label perguruan tinggi. Show all posts

Try Out UMN 2015

Yuk , ikuti Try Out UMN berhadiah Laptop dan Smartphone untuk nilai tertinggi ,

Juga DOORPRIZE Tablet, Smartphone dan masih banyak yang lain

Serta Ratusan juga Beasiswa Pendidikan

Daftar Online di


http://www.umn.ac.id/home/viewarticle/TRY_OUT_2015


UMN Berikan Beasiswa Bagi Para Juara Akuntansi

November 13, 2014 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service

UMN memberikan beasiswa untuk berkuliah di UMN bagi para siswa-siswi yang memenangkan The Battle of ACEs 3, kompetisi akuntansi yang diselenggarakan oleh himpunan mahasiswa akuntansi (HIMTARA), Kamis (13/11) dan Jum’at (14/11). Beasiswa tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap kemampuan akuntansi mereka serta membuka gerbang untuk mendapatkan ilmu akuntansi yang terbaik di UMN. 


Setelah menyelenggarakan kategori universitas pada Selasa (11/11) dan Rabu (12/11) yang lalu, kini giliran siswa-siswi SMA yang ditantang untuk mengerjakan ragam soal ekonomi dan akuntansi pada ajang ACE 3. Ini merupakan kali ketiga kompetisi akuntansi antar SMA diselenggarakan oleh UMN. 

Con_ace1.gifDari tahun ke tahun, peserta The Battle of ACEs semakin meningkat, terlihat dari jumlah pesertanya yang tahun ini mencapai 56 tim (satu tim terdiri 3 peserta) dari 28 sekolah di Jabodetabek. Beberapa nama sekolah seperti SMAK Penabur 3, Strada Thomas Aquino, IPEKA Puri, IPEKA SUnter, Pahoa, SMAK Penabur Gading Serpong serta SMAN 1 turut mengirimkan wakilnya. 

Con_ace2.gifTak jauh berbeda dengan kategori universitas, siswa-siswi SMA tersebut juga diharuskan untuk mengerjakan soal yang terbagi atas 9 babak. Dimulai dari soal yang dikerjakan secara individu hingga soal-soal yang memerlukan teamwork. Tetapi, untuk tipe dan kesulitan soal, soal-soal tersebut didasarkan pada kurikulum UAN dan dimodifikasi oleh tim pembuat soal yang terdiri dari asisten-asisten dosen akuntansi. 

Dari seluruh peserta nantinya akan didapatkan juara pertama, kedua dan tiga dan selain mendapatkan piala, masing-masing juga akan mendapatkan beasiswa pendidikan dari UMN sebesar 75% (juara 1), 50% (juara 2) dan 25% (juara 3). “Beasiswa ini diberikan sebagai bentuk support kita terhadap kemampuan akuntansi mereka. Dengan demikian, kita juga mengetahui bahwa di luar sana, banyak anak yang memiliki skill akuntansi yang jago. Selain itu, siswa-siswi tersebut dapat mengenal UMN,” jelas pak Arief Setyadi, General Manager Marketing and Business Development. 

Beliau juga menambahkan, kompetisi ini sekaligus sebagai persiapan menghadapi ujian nasional. “Soal-soal yang diberikan setara dengan kurikulum UAN, maka kita memfasilitasi mereka dengan lomba ini agar mereka juga sekaligus dapat berlatih untuk menghadapi ujian nasional.” 

Dengan beasiswa-beasiswa tersebut, UMN memberikan tempat yang terbaik bagi para siswa-siswi untuk melanjutka studinya, baik di jurusan akuntansi maupun jurusan lainnya. (*) 

SMAK 3 Penabur Juarai The Battle of Aces 3

November 18, 2014 : by Arum K D / Universitas Multimedia Nusantara News Service

Perwakilan dari SMAK 3 Penabur Team 3 berhasil menjadi juara pertama kompetisi akuntansi The Battle of ACEs 3 pada Jumat (14/11). Tim tersebut beranggotakan Melinda Clarissa, Margareta, dan Yolanda. Juara kedua diraih oleh SMAK 3 Penabur Team 2, juara ketiga SMAK Penabur Gading Serpong Team 1, dan juara keempat SMA Ipeka Sunter.


Sebanyak 59 tim dari berbagai SMA mengikuti babak kualifikasi awal dan hanya 16 tim yang masuk semifinal. Empat tim yang berhasil masuk final harus melewati tiga babak untuk menyelesaikan kompetisi. Tim peserta dinilai oleh tiga juri, yakni Dra. Ratnawati Kurnia, Ak., M.Si., CPA, CA; Rosita Suryaningsih, S.E., M.M.; dan Dra. Wijaya Triwacananingrum, S.E., M.A., Ak.

Babak pertama bertajuk “Write it down. Raise it up.” Ada 15 soal yang dibacakan kemudian dikerjakan pada waktu yang bersamaan oleh keempat kelompok. Jawaban ditulis di masing-masing papan dan ditunjukkan pada ketiga juri. Jawaban salah maupun benar akan membuat setiap skor kelompok dikurangi atau ditambah sesuai dengan kategori soal, yakni easy, medium, atau hard. Babak pertama dimenangkan oleh SMAK 3 Penabur Team 3 dengan skor 75.
Babak kedua, yakni “Choose your strategy” mewajibkan setiap kelompok memilih soal untuk tim lawan. Jika tim lawan salah, maka skor akan diberikan untuk tim yang memilihkan soal tersebut. Dengan skor 465, SMAK 3 Penabur Team 2 unggul dalam babak kedua.

Di babak terakhir, yaitu “Build your strategy” adalah kompetisi adu cepat mengerjakan soal. Ada 20 soal yang diberikan dengan waktu tiga menit pengerjaan dalam setiap soal. Tim yang lebih dulu menekan bel berhak menjawab dan kemudian dinilai oleh juri. Skor final adalah 750 untuk SMAK 3 Penabur Team 3, 660 untuk SMAK 3 Penabur Team 2, 240 untuk SMAK Penabur Gading Serpong, dan SMA Ipeka Sunter meraih skor 25.

Con_aces3-2.gif“Soalnya susah dan banyak. Tetapi menurut kami, itu (kemenangan-red) bukan dari usaha kami saja, yang pasti kami mengerjakan untuk memuliakan nama Tuhan, jadi kami selalu berdoa. Yang kedua adalah banyak-banyak berlatih di sekolah,” ungkap tim dari SMAK 3 Penabur ketika ditanya strategi untuk menang. Juara pertama berhak mendapatkan piala, uang tunai Rp4.500.000,-, serta beasiswa pendidikan UMN sebesar 75%. Ketiga peserta dari SMAK 3 Penabur juga mengungkapkan ada keinginan untuk memanfaatkan hadiah beasiswa UMN tersebut.


Con_aces3-3.gif
The Battle of ACEs 3 masuk ke dalam rangkaian acara Accounting Week yang diadakan oleh himpunan mahasiswa akuntansi UMN (HIMTARA). Selain kompetisi antar SMA, perdana di tahun ini juga diadakan Accounting War, yakni  kompetisi akuntansi di tingkat universitas.



Benedictus Seno, ketua Accounting Week mengungkapkan tingginya antusiasme peserta yang ikut bertanding. Dilihat dari jumlah peserta, baik tingkat universitas maupun SMA sudah melebihi target panitia. Peserta bahkan datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa. The Battle of ACEs pun sudah dianggap sebagai kompetisi yang bergengsi di kalangan sekolah-sekolah se-Jabodetabek. “Ke depannya, kompetisi ini akan terus dilanjutkan dan semakin diperbaiki. Ada masukan dari peserta agar soal-soal yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta. Masalah waktu acara juga akan panitia benahi untuk ke depannya,” tambah Seno.

Kebesaran Hati Kalahkan Kutukan

October 17, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Sang pangeran menerima tantangan ratu mencari obat untuk penyakit aneh putri semata wayangnya meski ia harus menghadapi si raksasa sendirian.




Alkisah di sebuah kerajaan yang sangat makmur bernama Somasutra, hiduplah seorang ratu yang telah menjanda. Suaminya meninggal saat putrinya, Ambarwati, dilahirkan. Sejak itu ratu dan sang putri hidup bersama pengawal dan dayang-dayang. Putri Ambarwati tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Para pria berbondong-bondong datang untuk melamarnya, namuntak satu pun ada yang berhasil mendekati putri. Bertemu saja tidak bisa.

Hingga suatu hari, datanglah pangeran Jakaampar dari kerajaan Wijayawangsa ke istana Somasutra. Ia pun memiliki tekad untuk menjadikan Ambarwati sebagai istri. Berkat bantuan dari pembantu istana yang berhutang budi padanya, Jaka berhasil menyelinap dan menemukan Ambarwati sedang bersama para dayang. Tapi Ambarwati langsung jatuh pingsan. Selidik punya selidik, putri mengidap penyakit ‘malu’, setiap kali bertemu dengan lawan jenis ia tak tahan lalu pingsan.

Mendengar kejadian itu, pangeran dibawa menghadap ratu. Sebagai ganti dari hukuman, ratu memberikan perintah agar ia mencari obat untuk penyakit sang putri. Dengan keberaniannya, ia berjuang di hutan, mendapatkan petunjuk dari tujuh orang sakti hingga akhirnya berhadapan dengan seorang raksasa yang memberikan kutukan pada Ambarwati. Raksasa menceritakan kisah pilunya mengenai sang istri yang tewas akibat perayaan kelahiran Ambarwati oleh penduduk kerajaan. Karena itu ia menyimpan dendam pada putri. Akhirnya, ia berhasil membuat si raksasa memberikan pengampunan dan mematahkan kutukannya sehingga Ambarwati sembuh.

Itulah cuplikan dari pagelaran ‘Putri Malu’ yang dipersembahkan oleh Teater KATAK UMN pada Rabu (16/10) dan Kamis (17/10) menjadi pementasan ke-29 mereka. Ini juga merupakan sebuah pementasan inaugurasi di mana seluruh pemainnya ialah anggota KATAK baru angkatan 2013. “Setiap tahun teater KATAK sudah menyediakan pentas inaugurasi untuk MABA di mana kita akan pilih anak-anak untuk setia di KATAK setelah pentas ini,” jelas Cynthia PN, Produser ‘Putri Malu’. Ia juga mengatakan bahwa keseluruhan persiapan memakan waktu satu bulan. “Mahasiswa baru begitu masuk langsung dibentuk kelompok, hari untuk main dan peran-perannya. Awalnya, saat latihan tidak terlalu berekspektasi besar, tapi setelah pentas rasanya puas. Satu bulan latihan enggak sia-sia,” ucapnya.

Cerita disajikan dengan ringan disertai bumbu-bumbu komedi ala KATAK, membuat penonton terkesima hingga akhir. Selain KATAK, teater SEMEN Pahoa turut memeriahkan acara dengan pementasan berjudul ‘Raksasa’ sebagai pembukaan.

Acara selama dua hari itu berjalan dengan sukses dan memuaskan. Nantikan pentas-pentas KATAK selanjutnya. Salam Tek Koek Koek KATAK! (*)




First Lady in Diversity

October 10, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service

Civitas Academica UMN di Function Hall Rabu (9/10) malam menjadi saksi dari lahirnya putri sejagad UMN yang pertama. Clara Alverina akhirnya dinobatkan sebagai Miss UMN 2013 mengalahkan 19 finalis lainnya.

Keduapuluh finalis Miss UMN 2013 tampil memukau di malam final kontes putri sejagad kampus setelah mengikuti karantina selama empat hari. Mereka telah mendapatkan beragam pelatihan dari instruktur profesional selama karantina seperti health class, public speaking, technopreneurship, blogging, table manner, tata busana, cooking, make up, dan koreografi.

Pelatihan tersebut membuat mereka semakin matang dan terlihat percaya diri saat berlaga di atas panggung, khususnya saat catwalking mengenakan busana dari Rasyid Said, Andy Saleh dan Kannu Exclusive Design. Ada gaun yang bernuansa biru, hitam maupun kebaya nusantara yang colorful, menjadikan mereka sebagai sosok wanita muda Indonesia yang cantik dan elegan.

Proses pemilihan juara pertama malam itu cukup panjang. Dari dua puluh finalis, disaring menjadi sepuluh besar. Mereka yang masuk ke sepuluh besar diharuskan untuk menjawab pertanyaan yang dibuat oleh sesama finalis dalam waktu 30 detik. Seusai sesi tersebut, terpilih lima besar yang kali ini langsung berhadapan dengan dewan juri. Masing-masing dari mereka mendapatkan pertanyaan secara acak dari Ibu Hira Meidia (Wakil Rektor III UMN), Ribka Oyong (Putri Pariwisata 2008), Jovita Dwijayanti (Runner-Up I Miss Indonesia 2013), Rasyid Salim (Fashion Desainer) dan Olga Inviolita (Nong Provinsi Banten 2012).

Berdasarkan jawaban-jawaban yang diberikan, juri menyaring lagi menjadi tiga besar. Sebelum the big three diberikan pertanyaan, keduapuluh finalis Miss UMN naik ke atas panggung dan membawakan jingle Miss UMN yang mereka ciptakan sendiri saat karantina. Lalu tibalah saatnya tiga besar menghadapi tantangan terakhir.

Mereka mendapatkan pertanyaan yang sama, yakni apa visi, misi dan program kerja yang akan dilakukan ketika terpilih. Hingga akhirnya diputuskan bahwa Clara Alverina (Jurnalistik 2011, nomor 14) menjadi pemenang dari kontes ini. Dialah wanita pertama yang menjadi duta UMN, siap untuk membuat UMN semakin dikenal oleh masyarakat dengan mengusung brain, beauty dan behaviour, memberikan yang terbaik bagi almamater, persada dan sesama.

Acara pun turut dimeriahkan oleh penampilan dari Miss Banten 2013 Meydiana Sari (PR 2010), Viola Oyong (Jurnalistik 2009), Androgini Dancer, Marvellous Voice dan GAC.

Berikut nama-nama finalis dari masing-masing tahap :

Top 10 Finalist
•    Jessica Kurniawan (Akuntansi 2011)
•    Martha Novira (Desain Grafis 2011)
•    Svaradiva Anurdea (Jurnalistik 2012)
•    Christie Mahawi (PR 2011)
•    Gloria Putri A. (PR 2011)
•    Vicky Sandria (Desain Grafis 2011)
•    Steffie Aprilda (Akuntansi 2011)
•    Emily Karim (PR 2011)
•    Jessica Putri Leona (PR 2011)
•    Clara Alverina (Jurnalistik 2011)

Top 5 Finalist
•    Emily Karim (PR 2011)
•    Christie Mahawi (PR 2011)
•    Clara Alverina (Jurnalistik 2011)
•    Steffie Aprilda (Akuntansi 2011)
•    Gloria Putri A. (PR 2011)

Top 3 Finalist
•    Emily Karim (PR 2011)
•    Clara Alverina (Jurnalistik 2011)
•    Gloria Putri A. (PR 2011)

Miss Multimedia
Vicky Sandria (Desain Grafis 2011)

Miss Persahabatan
Jessica Putri Leona (PR 2011)

Miss Favorit (berdasarkan voting SMS)
Clara Alverina (Jurnalistik 2011)

Berakhirlah rangkaian acara Miss UMN 2013. Selamat kepada Clara Alverina dan seluruh finalis Miss UMN 2013. Teruslah berkarya untuk UMN dan Indonesia! (*)


Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. 
www.umn.ac.id

PaperOne Bagi-bagi Es Krim

October 9, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service

Dapat es krim gratis? Mudah, cukup ‘like’ facebook PaperOne, sudah bisa pilih es krim dengan rasa favoritmu. Bukan hanya itu, ada games menarik juga yang diadakan PaperOne di UMN.


Rabu (9/10) mobil PaperOne singgah di lobi UMN. Mereka datang dengan membuka dua stand, di luar dan di dalam lobi. Stand yang didirikan di luar tepatnya di depan mobil PaperOne, mengadakan program bagi-bagi es krim. Caranya sangat mudah, hanya dengan menge-like facebook PaperOne, sudah bisa mendapatkan satu cup es krim. Sedangkan stand kedua (di dalam), PaperOne menjual produk-produknya. Dan setiap pembelian produk gratis pembuatan karikatur.

“Acara ini sifatnya promosi untuk PaperOne, seperti yang sudah dilakukan ke 5 negara seperti Indonesia, Hongkong, Thailand, Malaysia dan Vietnam. Kami ingin mendekatkan PaperOne kepada consumer khususnya mahasiswa dan mahasiswi. Khusus untuk tahun ini, event diadakan hingga akhir tahun. Mudah-mudahan akan berlanjut sampai tahun ke depan,” jelas bapak Hendriss Wijaya, Country Sales & Marketing Head PaperOne.

Selain berbagi es krim, adapula games yang diadakan yakni makan sepuluh cup es krim dalam waktu 3 menit. Bagi pemenangnya, akan mendapatkan voucher Carrefour sebesar seratus ribu rupiah. “Kenapa es krim? Kita selalu ingat waktu masih sekolah sukanya fun. Nah fun itu yang seperti apa? Ya dengan ngumpul-ngumpul. Untuk mengajak orang supaya bisa ngumpul itu paling gampang dengan makanan, games. Apalagi kalangan mahasiswa dan mahasiswi sukanya yang fun jadi kita lakukan sesuatu yang tidak kolot,” tutur pak Hendriss.

UMN juga menjadi kampus pertama yang disinggahi oleh PaperOne setelah sebelumnya berkunjung ke offices. Mobil PaperOne sendiri akan ada di UMN dari hari ini (pukul 12.00-17.00) hingga Kamis (10/10) (sekitar pukul 14.00-17.00). Pak Hendriss juga turut menjelaskan mengapa PaperOne menjadikan mahasiswa dan mahasiswi sebagai target konsumennya. “Buat anak kuliahan, apalagi kalau lagi skripsi, kertas itu kan harus bagus dan bersih, PaperOne paling cocok. Pada saat bikin tugas juga mereka membutuhkan kertas dengan kualitas yang baik. Maka itu kami melakukan pendekatan ke kampus-kampus.”

Dengan kegiatan ini, tentunya PaperOne yang merupakan produk Indonesia yang sudah dijual ke 75 negara ini memiliki sebuah target pencapaian. “Kami ingin supaya konsumen lebih kenal, ingat, dan selalu pakai PaperOne. Setelah mereka lulus pun hingga mereka bekerja,” ungkap pak Hendriss. (*)



Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. 
www.umn.ac.id

DKV Against The Titans

September 30, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service

Diselenggarakan selama sepekan, event DKV ini menyuguhkan berbagai lomba berbasis kreatifitas dengan hadiah-hadiah yang menarik. 

Dimulai sejak Senin (23/9) di lobby UMN, Against The Titans ini mengadakan lomba-lomba seputar dunia desain komunikasi visual seperti drawing, illustration, comic making, digital painting, photography, 3D visualization, sculpting dan costume design.  Perlombaan digelar secara terbuka, di mana peserta langsung mengerjakan karya mereka di tempat saat itu juga, dengan batas waktu yang telah ditentukan. Penonton pun dapat menyaksikannya secara langsung. Yang menarik ialah peserta tidak hanya dari kalangan mahasiswa tetapi dosen pun ikut berpartisipasi.

Bukan hanya perlombaan saja tapi ada juga seminar-seminar dengan topik yang berbeda di setiap harinya. Adapun sponsor dari event ini ialah Pixelindie, Wacom, Canson, Staples dan Datascrip. Beberapa di antaranya membuka stand dan ikut meramaikan lobby. Puncak acara dilaksanakan pada Jum’at (27/9) di mana dipilih pemenang dari masing-masing kategori lomba. Tidak ada juri khusus, para pengujung lah yang memegang andil dalam menentukan siapa pemenangnya dengan cara voting. Mereka diberikan post-it untuk ditempelkan pada karya yang mereka sukai. Dan berikut nama peserta yang berhasil menyandang juara :
Illustration & Drawing
  • Juara 1 : Natasha Cindy  
  • Juara 2 : Yulio
  • Juara 3 : Stefanus
  • Juara 4 : Rimanti
  • Juara 5 : Brigitta  
Digital Painting
  • Juara 1 : Dimas Ari
  • Juara 2 : Cecilia
  • Juara 3 : Oriska
Photography
  • Juara 1 : Caroline Natasha
  • Juara 2 : Angelica Andriani
3D Visualization
  • Juara   : Yudi
Sculpting
  • Juara   : Willy
Comic Making
  • Juara   : Angelica
Selamat bagi para pemenang dan segenap panitia Against The Titans. Teruslah berkarya dengan event menarik lainnya! (*) 


Membangun Karakteristik Kepemimpinan

October 1, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


“Dalam menjadi pemimpin yang efisien, sangatlah penting untuk menjelaskan sesuatu dengan akurat dan tepat,” demikian pendapat Prof. Dr. Chris Kinsville-Heyne, Professor of Leadership dari HULT International Business School.



Untuk membentuk karakter kepemimpinan yang baik memang perlu latihan secara langsung tak hanya sekedar teori. Demikianlah metode yang dilakukan oleh Prof. Kinsville-Heyne saat membawakan seminar bertajuk "Analyze of Corporate and Politic Leadership During Crisis", Rabu (25/9) di Lecture Theatre UMN.

Peserta di bagi atas dua kelompok, barisan atas dan barisan bawah. Mereka diberikan tugas pertama yakni memilih 5 orang dalam kelompok tersebut untuk dijadikan Gate Keeper, Scribe/log keeper, CEO, Vice President dan Spokesperson dalam waktu 5 menit. Ternyata untuk menentukan orang-orang tersebut cukup sulit dalam keadaan tertekan, alhasil tim barisan bawah lebih cepat mengumpulkan hasil dibandingkan tim barisan atas. Ini merupakan latihan agar bisa mengambil keputusan dalam waktu yang cepat.

Beliau menuturkan sebuah prinsip yang harus dipegang dalam kepemimpinan, “Develop the ability to make the jump from slow-time thinking to quick-time doing.” Prof. Kinsville-Heyne menjelaskan bagaimana caranya yakni menentukan suatu skenario. Orang tersebut diberikan kasus dan ditekan untuk menghasilkan keputusan dengan cepat demi menyelesaikan kasus tersebut. Memang waktu yang dibutuhkan cukup lama untuk latihan ini, tapi akhirnya orang tersebut dapat berhasil dan menerapkannya dalam berbisnis.

Tugas kedua yang diberikan kepada peserta seminar UMN berjudul “Buddy Interviews” yakni diberikan 5 menit untuk mencari tau 3 hal penting dari orang yang ada di sebelahnya. Lalu diberikan waktu 25 detik (minimal) – 30 detik (maksimal) untuk mensharingkannya kepada audience. Poin dari task ini ialah sebagai pemimpin harus dapat memberikan pertanyaan yang tepat demi mendapatkan penjelasan yang dibutuhkan dan mengerti informasi tersebut dengan cepat. Kemudian informasi itu perlu dijelaskan kepada orang lain dengan akurat dan jelas.

Dijelaskan pula beberapa level dalam kepemimpinan. Level pertama – highly capable individual, level kedua – become a contributing team member, Level ketiga – become a competent manager, Level keempat – become effective leader dan level kelima – doing something for someone else to do whatever it takes. Di level kelima ini, orang lebih berambisi kepada hal-hal lain di luar dirinya sendiri dan melakukan apapun untuk itu. (*)


Para calon Instruktur Kunjungi Universitas Multimedia Nusantara

September 30, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Dalam rangka menambah ilmu sebagai calon instruktur, peserta diklat dari STPI menunjuk UMN sebagai sarana pembelajaran, Senin (30/9).

“Kunjungan ini tujuannya untuk mendidik dan membina peserta diklat yang diarahkan untuk menjadi instruktur yang baik, berkompeten dan memiliki sertifikat keinstrukturan. Jadi para peserta setelah lulus berhak mengajar di wilayahnya masing-masing,” jelas Pak Karsono, Koordinator Penyelenggara Diklat Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. 

Sebanyak 18 orang calon instruktur yang datang ke UMN merupakan peserta diklat STPI angkatan ke-50 yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. UMN dipilih sebagai sarana pembelajaran dengan beberapa alasan. “Kita mau lihat bagaimana profil UMN, apa sih produk-produk unggulannya, fasilitasnya apa. Biar nantinya ada perbandingan jika para peserta pulang ke daerah masing-masing,” tutur Pak Karsono. 

Di awal kunjungan, mereka diperkenalkan pada UMN melalui video company profil, dan ilmu mengenai teknologi informasi oleh Dr. P.M. Winarno. Setelah itu diajak untuk campus visit melihat fasilitas UMN dimulai dari ruang kelas, studio brodcasting, kantin, lecture theatre, laboratorium hingga business incubator.

“Saya tertarik sekali dengan gedungnya yang desainnya unik dan futuristik, fasilitasnya juga bagus menunjang untuk perkuliahan. Untuk presentasi tentang teknologi juga menambah ilmu saya. Mudah-mudahan nantinya bisa diaplikasikan di tempat kerja kita masing-masing dan bisa mengikuti apa yang sudah dilakukan di sini,” jelas Anissa, salah satu peserta diklat. (*)


 

Stop Tawuran dengan Kreativitas

September 28, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service

Berangkat dari kasus tawuran antar pelajar di tahun 2012, Ganesha ITB 83 Foundation mencanangkan gerakan anti tawuran dengan menggunakan media berbasis kreatifitas yang merangkul mahasiswa-mahasiswi jurusan DKV di seluruh Indonesia.

Peristiwa tawuran antara pelajar SMA 70 dengan SMA 6 yang memakan korban jiwa serta tawuran yang terus menerus terjadi hingga saat ini, menjadi suatu keprihatinan yang akhirnya mendorong alumni ITB ‘83 khususnya prodi DKV untuk melakukan kampanye sosial dengan membuat poster. Gerakan yang dimulai sejak tahun lalu ini merupakan gerakan pertama yang melibatkan mahasiswa-mahasiswi DKV dalam jumlah besar. 

“Kami mengajak dan menghimbau civitas DKV seluruh Indonesia untuk ramai-ramai membuat poster. Ternyata animo dan partisipasi mahasiswa DKV ini membanggakan dan membahagiakan karena telah terkumpul 1500 poster,” jelas ibu Uci, perwakilan dari Ganesha ITB ’83.  

Poster-poster yang telah diterima dipilih berdasarkan beberapa kriteria tertentu untuk didokumentasikan ke dalam sebuah buku. “Poster yang dimuat tentunya tidak menjiplak, tidak terlalu vulgar atau mengandung unsur violence maupun berdarah-darah. Banyak yang mengirimkan karya dengan memperlihatkan darah dan kekerasan. Kita menyeleksi berdasarkan hal itu, bukan karena bagus atau tidak bagus. Karena ini merupakan gerakan pertama maka semua yang berpartisipasi kita berikan apresiasi,” ungkap ibu Uci. Bagi karya yang tidak ada di buku, telah dipamerkan dalam poster sepanjang 500 meter. 

Dari seluruh partisipan, civitas UMN boleh berbangga karena memiliki partisipan terbanyak. Jumlah mahasiswa-mahasiswi yang ikut sekitar 150 mahasiswa dengan 76 karya yang dibukukan. Ibu Uci juga memiliki kesan terhadap karya-karya anak UMN.

 “So far karya-karyanya bagus, lucu, simple dan komunikatif, meskipun ada beberapa yang hasilnya masih kurang maksimal. Diharapkan di kegiatan selanjutnya teman-teman dari UMN bisa mengerjakan semuanya dengan passion sebagai seorang desainer grafis. Dalam situasi apapun seorang DG harus siap mengkomunikasikan dengan visual, dengan kata-kata, dengan apapun. Mereka yang harusnya ada di depan. DKV adalah ujung tombak kampanye sosial,” kata beliau. 

Poster book ini akan disumbangkan ke perpustakaan SMA dan SMK di DKI Jakarta dan juga sudah diterima oleh Pak Jokowi. Beliau berjanji untuk melanjutkan gerakan tersebut dan memuji bahwa karya-karya para mahasiswa luar biasa. 

Untuk ke depannya, gerakan ini akan tetap dipertahankan yaitu dengan Peace Festival yang rencananya akan diselenggarakan tahun depan. Lalu akan ada pembuatan networking bagi anak DKV antar universitas di seluruh Indonesia sehingga mereka bisa saling terhubung. “Kita sama-sama bergabung dalam satu momen membuat satu gerakan untuk isu tertentu. Ini bisa menjadi sumbangan atau karya bakti DKV untuk bangsa,” tutur ibu Uci. (*) 

How To Be a Casting Director

September 28, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service

Seorang casting director ternyata tidak hanya menilai aktor dan aktris dari kemampuan aktingnya saja, tetapi ada hal-hal lain yang lebih penting dalam menentukan pemain yang tepat. 


“Ada tiga hal yang perlu dipikirkan oleh casting director dari seorang aktor. Pertama aktingnya, kedua produksinya dan ketiga manajemennya. Kita butuh aktor yang buka hanya jago akting tapi juga personality yang baik supaya tidak menyusahkan sewaktu produksi. Maka itu harus digali potensi-potensi yang ada di balik penampilan aktor,” jelas Bowie Budianto, Ketua Asosiasi Casting Indonesia (ACI) dalam seminar CASTING DKV di Lecture Hall UMN, Selasa (24/9) lalu. 

Dalam sharingnya, Bowie menjelaskan bahwa para casting director bertanggung jawab langsung kepada produser dan sutradara atas pemain yang mereka pilih. “Kita bertindak seperti HRD, harus tau menempatkan orang di posisi yang tepat dan waktu yang tepat,  jago negosiasi, dan bisa menjual pemain. Kita perlu paham kondisi dunia selebritis supaya bisa tau seperti apa posisi pemain di mata masyarakat dan apakah sang sutradara mampu untuk mendirect pemain seperti ini.” 

Sebelum menetapkan aktor atau aktris untuk suatu peran, casting director sebagai orang pertama yang menerima skrip dari sutradara dan produser, harus membaca skrip tersebut berulang kali. Hal ini dibutuhkan karena bukan hanya sekedar tau suatu karakter dalam skrip seperti apa, tapi juga bagaimana karakter tersebut bisa berinteraksi dengan karakter lain serta adakah perkembangan karakter. Setelah itu baru melakukan casting. 

Bowie juga mengutarakan bahwa casting director di Indonesia memiliki tugas yang ‘lebih berat’ dibandingkan dengan di luar negeri. “Banyak aktor kita yang tidak melakukan riset lebih dulu tentang karakter yang akan mereka perankan saat casting. Istilahnya kita manggil mereka dan kita 'suapin'. Kita kasih skrip dan kita juga yang explain ke mereka bagaimana sih karakternya, gimana cara memerankannya. Sedangkan kalau di luar negeri, para aktor telah melakukan PR mereka itu sendiri, sehingga sudah siap saat mau casting.” 

Seminar tersebut turut dihadiri oleh casting director film Habibie & Ainun yang turut membagikan pengalamannya ketika mencasting dan akhirnya menetapkan Reza Rahardian sebagai Habibie. Diharapkan mahasiswa-mahasiswi DKV yang telah hadir kemarin mendapatkan ilmu yang bisa diaplikasikan ketika akan mencasting orang saat membuat film. (*)  


Universitas Multimedia Nusantara Bekerja sama dengan PT Tridinamika

September 27, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service

“Kami senang dengan hasil kerja mahasiswa UMN. Ada salah satu diantara mereka yang akan kami rekrut, Samuel. Ia sudah melewati proses interview dan tes membuat program, dia lolos. Ketika magang pun, dia membuat sebuah sistem Human Resources untuk perusahaan kami, dan hasilnya bagus sekali”, ujar Adit.


Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menambah daftar perusahaan yang menjadi rekanannya. PT Tridinamika Jaya Instrument yang bergerak di bidang Industrial Supplier melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Multimedia Nusantara pada Jumat (27/9) di Ruang Rapat Rektorat UMN.
Penandatanganan ini dilakukan oleh Prof.DR.Muliawati Siswanto, M.Eng.Sc selaku Wakil Rektor bidang Hubungan dan Kerja Sama, dengan Aditya Minarto selaku Managing Director PT Tridinamika.

Dalam rangka mendukung pembangunan Indonesia melalui jalur pendidikan tinggi, PT Tridinamika memberikan kesempatan bagi mahasiswa UMN untuk melakukan kerja magang (internship), kerja libur, kerja setelah lulus, dan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi.

Kerja sama ini berawal dari kinerja 5 mahasiswa UMN yang sudah melakukan praktik kerja magang di perusahaannya. “Kami senang dengan hasil kerja mahasiswa UMN. Ada salah satu diantara mereka yang akan kami rekrut, Samuel. Ia sudah melewati proses interview dan tes membuat program, dia lolos. Ketika magang pun, dia membuat sebuah sistem Human Resources untuk perusahaan kami, dan hasilnya bagus sekali”, ujar Adit.

Universitas Multimedia Nusantara sebagai universitas pertama yang menjalin kerja sama dengan PT Tridinamika menyambut baik kerja sama ini. “Kami juga senang sekali PT Tridinamika puas dengan kinerja mahasiswa kami, bahkan mau merekrut meskipun ia belum lulus. Semoga kerja sama ini bisa terus berjalan baik”, ujar Prof.Mul.

PT Tridinamika adalah distributor resmi atau agen tunggal dari berbagai produk di bidang alat tes dan alat ukur (test and measurement) yang sudah dipercaya oleh berbagai industri di Indonesia. Perusahaan ini dipercaya oleh berbagai brand terkenal dari berbagai penjuru dunia, diantaranya Ac Power, Aeroqual, Agilent Technologies, Amprobe, Cometech, Comsys, Emscan, Flir, Fluke, Geotech, Gw Instek, Hioki, Hukseflux, IMR, Kairos, Kanomax, Katronic, Kikusui, Kyoritsu, Lecroy, Lutron, Megger, Newcon Optik, Piecal, PSL, Saphymo, Siglent, Tektronix, Trotec, dan masih banyak lagi. (*)



Jasa Layanan Akuntansi dan Pajak Universitas Multimedia Nusantara Diresmikan

September 26, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Dengan penandatanganan MoU dan pengguntingan pita oleh Kepala Kanwil Dirjen Pajak Banten dan Rektor UMN, Accounting & Tax Centre di C 212 telah resmi dibuka dan siap beroperasi. 


Hari ini, Kamis (26/9), Dirjen Pajak Banten mengesahkan layanan akuntansi dan pajak UMN yang telah diperkenalkan beberapa hari yang lalu. Dengan ini, mahasiswa dan masyarakat di sekitar Tangerang sudah dapat mengunjungi ruang 212 di Gedung C UMN untuk menikmati jasa yang disediakan mulai tanggal 1 Oktober. 

Acara peresmian ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten Dr. Muhammad Haniv beserta jajarannya. Penandatanganan MoU dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai 9, di mana Dr. Ninok Leksono mewakili UMN dan Dr. Muhammad Haniv mewakili Dirjen Pajak. 

“Tax Centre ini menjadi perpanjangan tangan kita di direktorat jendral pajak, dalam hal sosialisasi maupun konsultasi untuk para wajib pajak. Kita (dirjen pajak) ini dari SDM masih kurang dan kepatuhan wajib pajak juga rendah. Karena permasalahan-permasalahan inilah kita butuh bantuan dari pihak lain,” jelas Pak Haniv. 

Melalui layanan ini, mahasiswa dan mahasiswi mendapatkan kesempatan untuk learning by doing. Mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan selama perkuliahan dengan terjun langsung membantu petugas pajak melayani pengunjung. “Mereka juga dapat bantu kita dalam sensus pajak nasional di wilayah sekitar Tangerang, dengan membawa form dan mendatangi rumah-rumah atau ruko karena tenaga kita tidak cukup mampu untuk mendatangi semuanya. Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk mengenalkan UMN ke luar,” tutur Pak Haniv. 

Tujuan lain dari kerjasama ini antara lain sebagai media konsultasi bagi mahasiswa  untuk meningkatkan pemahaman mengenai perpajakan dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Accounting & Tax Centre, serta untuk menyebarkan informasi perpajakan kepada masyarakat sehingga dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian Wajib Pajak dalam memenuhi kewajibannya dalam bidang perpajakan. Penyebaran informasi ini bisa melalui brosur maupun program-program pelatihan yang melibatkan warga. (*) 



Lomba Foto Maraton Ala Canon

September 26, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Event yang akan diselenggarakan di Jakarta bulan Oktober mendatang ini bisa menjadi sebuah ‘penyegar’ dari lomba fotografi yang biasa. 


Ini bukan lomba foto biasa sehingga tidak diberi judul photo contest. Lalu apa itu foto maraton? Bukan berarti foto sambil berlari, tapi merupakan lomba yang dilakukan selama sehari dari pagi hingga sore hari. “Di pagi hari akan diberikan tema pertama, lalu siang hari diisi dengan acara foto lainnya seperti foto model dan foto otomatif. Barulah siang menjelang sore kita berikan lagi tema foto kedua. Lomba foto yang bisa diikuti oleh fotografer ya di dua tema ini,” ungkap Marselinus Tjhai, Asisten Marketing Manager untuk Canon Consumer Product dari Canon Division. 

Canon Photo Marathon Indonesia merupakan bagian dari rangkaian Canon Photo Marathon Asia yang diselenggarakan di 5 negara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, India dan Indonesia. Dari negara-negara tersebut, Indonesia menjadi sorotan dari semua negara karena selalu punya peserta fotografer yang paling banyak. “Tahun 2010, kita pernah mendapatkan penghargaan MURI dengan peserta terbanyak yakni 2000 orang dalam satu tempat lomba,” jelas Marsel. 

Acara juga akan diisi dengan workshop oleh fotografer papan atas serta beberapa selebriti. Seperti tahun sebelumnya, Canon Photo Marathon Indonesia diselenggarakan di 3 kota yakni Surabaya (28 September di Surabaya Town Square), Jogjakarta (6 Oktober di Gembira Loka Zoo) dan Jakarta (12 Oktober di Cilandak Town Square). 

Lomba ini terbuka untuk segala kalangan dan usia, termasuk para pelajar dan mahasiswa. “Kita melihat jumlah peserta pelajar dan mahasiswa meningkat. Maka dari itu kita berpikir di tahun ini kita coba untuk memfasilitasi mereka untuk diberikan jalur khusus kepesertaan,” kata Marsel. Dan salah satu referensi universitas yang Canon tuju ialah UMN. “UMN punya beberapa mata kuliah dan fakultas yang berkenaan dengan fotografi. Kita juga melihat UMN dengan Kompas Gramedia, sehingga basis fotografernya pasti banyak.” 

Bekerja sama dengan UKM Obscura, Canon mengajak mahasiswa-mahasiswi UMN untuk turut berpartisipasi. Hingga pendaftaran ditutup pada Rabu (25/9), jumlah peserta dari UMN telah mencapai 50 orang termasuk anggota Obscura sendiri. “Semoga mereka semakin berani untuk menunjukkan karya-karya mereka dan lebih berminat dengan fotografi. Siapa tau ada beberapa pemenang dari 50 anak itu,” ungkap Hanan Cinthya, Wakil Ketua Obscura. 

Meskipun penyelenggaranya adalah Canon tapi tidak diharuskan menggunakan kamera Canon, bisa kamera apapun kecuali kamera handphone.  Selamat berlomba dan have fun! (*)


PT Lippo Karawaci Tbk Tandatangani MoU dengan Universitas Multimedia Nusantara

September 26, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


“Kita melihat lulusan Universitas Multimedia Nusantara itu bagus sehingga kita memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan Universitas Multimedia Nusantara baik dalam penyediaan tempat magang maupun lapangan pekerjaan,” jelas Bapak Jahja, HR & Talent Development Manager Lippo Karawaci.
Perusahaan yang bergerak di bidang usaha properti, rumah sakit, sekolah, mall dan hotel ini telah menjadikan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sebagai mitra kerjasama di bidang ketenagakerjaan dengan anggapan bahwa Universitas Multimedia Nusantara merupakan salah satu universitas di Indonesia yang diyakini memiliki mahasiswa-mahasiswi dengan kualifikasi  yang sesuai dengan kriteria PT Lippo Karawaci Tbk.  
“Saya lihat banyak anak UMN yang terserap ke dunia kerja, bahkan sebelum lulus pun sudah mulai bekerja. Ketika dunia kerja bisa menyerap lulusan dengan cepat, berarti kualitas dari lulusan mahasiswa itu bagus,” tutur Pak Jahja. 
Berangkat dari alasan itulah Lippo Karawaci membuka kesempatan bagi para pelajar Universitas Multimedia Nusantara untuk dapat menjadi bagian dari company tersebut melalui program internship maupun sebagai karyawan, seperti yang dijelaskan oleh Pak Jahja. “Untuk saat ini, kami membuka magang untuk TI khususnya sistem informasi, HR Training & Development serta HR Branding. Sedangkan untuk bekerja, kami membutuhkan anak-anak dari jurusan TI cukup banyak. Setiap bisnis unit butuh tenaga programmer-programmer untuk diterjunkan menjadi tim di sana. Begitupula dengan jurusan akuntansi, kami juga perlu banyak.” 
Pengesahan kerjasama dilakukan dengan penandatanganan MoU oleh Pak Jahja sebagai wakil dari Lippo Karawaci dan Prof. Dr. Muliawati G. Siswanto mewakili UMN pada Rabu (25/9) di Gedung Rektorat Lantai 9 UMN. 
Hingga saat ini, sudah ada satu lulusan UMN yang bekerja di sana dan mendapatkan penilaian yang baik dari user. “So far cukup satisfied, semoga ke depannya banyak lulusan UMN yang bisa join dengan kami dan bekerja bersama lulusan universitas lainnya,” kata Pak Jahja. 
Bagi kamu yang berminat untuk magang atau bekerja di PT Lippo Karawaci Tbk, mereka akan hadir dalam Career Day UMN pada 2-3 Oktober 2013 di Function Hall.(*) 

UMN Alpha Raih Juara Pertama di UI

September 24, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Tim ICT UMN berhasil berdiri sebagai pemenang pertama dalam CompFest UI 2013 dengan menyisihkan ratusan peserta lainnya dari berbagai universitas. Ini membuktikan bahwa mereka telah berhasil menjadi calon-calon programmer handal masa depan.




Sumbangan prestasi bagi almamater kali ini berasal dari mahasiswa prodi ICT. Tim ALPHA UMN yang terdiri dari Archie Pusaka, Ekajaya Harsono dan Kevin Purwito (jurusan TI angkatan 2010) berhasil meraih juara pertama Senior Competitive Programming di ajang CompFest  Universitas Indonesia 2013. Ini merupakan programming contest tingkat nasional di mana mereka ditugaskan untuk membuat program berdasarkan problem yang diberikan saat lomba.

Persiapan telah dilakukan dengan mantap baik latihan maupun perancangan strategi. “Kita cari tau dulu, strategi tim-tim yang sudah terbiasa ikut perlombaan. Kita ingin tau bagaimana mereka bisa mempersiapkan supaya mereka bisa menang. Ternyata mereka membagi peran dalam kompetisi. Kita mencoba strategi itu, ternyata dengan fokus pada bidang masing-masing, kita tidak perlu menghafalkan seluruh materi, jadi beban kita lebih ringan,” jelas Archie. Ia pun mengatakan bahwa mereka tidak sempat ‘liburan’ di semester pendek demi mendalami bidang dan memasukkan semua algo yang mereka ketahui ke dalam cheatsheet yang berperan penting ketika lomba.

Menurut Archie, ketika menghadapi kompetitor pun harus tetap tenang dan tidak bertindak gegabah. Justru dengan tindakan seperti itu kompetitor dapat terkecoh. “Kita kejar perolehan poin, biar mereka panik dan akhirnya justru mereka yang berbuat kesalahan. Ada satu strategi yang dulu dimiliki tim Saklar Lhompat dari UI yaitu mengerjakan soal yang sulit di awal pertandingan. Hal ini bisa membuat kompetitor terjebak karena mengira soal itu mudah. Akibatnya waktu mereka habis untuk memecahkan soal sulit tersebut. Tanpa sengaja kami berhasil melakukannya dan kompetitor gagal mengerjakan soal.”

Sebelum berlaga di final pun sebenarnya mereka sudah meraih peringkat yang sangat memuaskan pada babak penyisihan tanggal 24-25 Agustus yakni menduduki posisi pertama dari 209 tim. Kemudian, Archie, Eka dan Kevin bertarung lagi melawan 19 finalis pada 21-22 September yang lalu. Perlombaan dilakukan secara non-stop dan tertutup dari pukul 9 pagi hingga 4 sore. Dengan ‘mengisolasikan’ para peserta dapat membuat mereka lebih berkonsentrasi.

Kerja keras mereka terbayarkan dengan hasil yang diumumkan di Balairung UI sekitar pukul 7 malam. Tim UMN ALPHA mengungguli UI (juara 2) dan ITB (juara 3). Dengan tercapainya prestasi ini, timbul harapan tersendiri dari para anggota UMN ALPHA.

“Saya harap UMN bisa mengadakan kompetisi terbuka semacam ini untuk mahasiswanya, agar skill dari tiap mahasiswa UMN akan jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Eka Harsono. Harapan serupa juga diungkapkan oleh Archie. “Semoga UMN sebagai kampus ICT bisa unjuk gigi dalam kompetisi semacam ini. Kalau bisa juga disediakan pelatih karena selama ini kami hanya sharing saja dalam grup supaya bisa mencetak tim yang lebih hebat lagi dan bisa juara di kompetisi internasional.” (*)


Semarak Panggung UMN Night

September 19, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Mengambil tema There’s More to Life, UMN Night kembali meramaikan Broadway Stage Summarecon Mall Serpong 2 dengan aksi-aksi mahasiswa-mahasiswi UMN dan tentunya semifinalis Miss UMN 2013.




UMN Night pertama di Tahun Ajaran 2013/2014 ini dimulai pukul 7 malam dengan menampilkan DJ Bilga dan DJ Gladiator, disusul oleh Ultima Sonora yang membawakan lagu ‘Aku Melangkah Lagi.’ Seusai menyanyikan lagu pertama, beberapa anggota Ultima Sonora meninggalkan panggung dan menyisakan kwartet untuk melantunkan ‘I Believe in You’ milik Il Divo dan Celine Dion.

Ternyata pengisi acara bukan hanya dari UMN saja, tetapi ada juga yang berasal dari bangku SMA. Band SMA Ora Et Labora BSD turut menyumbangkan 3 lagu untuk menghibur penonton yang memadati area Broadway Stage. Tampak di antara para penonton, 23 semifinalis Miss UMN 2013. Gadis-gadis cantik tersebut duduk di kursi-kursi terdepan dengan menggunakan busana maxi dress. Malam itu juga akan ditentukan 20 orang yang berhasil masuk ke babak final.

Video “Journey to 20” diputar sebagai pengantar menuju pengumuman 10 finalis pertama. Satu per satu nama dibacakan oleh MC, dan mereka disampirkan nomor finalis oleh R.A. Gabriella Imelda Wiseso, ketua panitia Miss UMN 2013. Sepuluh gadis tersebut ialah Daisy Claraviani (PR 2012), Jessica Putri Leona (PR 2011), Emily Karim (PR 2011), Skolastika Lupitawina (DG 2012), Oesella (DG 2011), Martha Novira (DG 2011), Alexandra Michelle Mirabel (PR 2011), Christy Mahawi (PR 2011), Sella Putri Arby (Animasi 2012), Marcella Astrid (SK 2011).

Acara dilanjutkan dengan penampilan Marvelous Voice dari UMN yang membuat penonton terpukau dengan lagu-lagu beriringan keyboard dan gitar. Kemudian, 13 semifinalis yang tersisa kembali dibuat ‘harap harap cemas’ karena segera diumumkan 10 finalis terakhir. Dan posisi  tersebut diberikan pada Jessica Kurniawan (Akuntansi 2011), Gloria Putri (PR 2011), Caroline Natasha (DG 2011), Clara Alverina (Jurnalistik 2011), Svaradiva (Jurnalistik 2012), Sarah Devina (PR 2012), Maria Fandau (Akuntansi 2011), Steffi Aprilda (Akuntansi 2011), Danshellia (DG 2011) dan Vicky Sandri (DG 2012). 

Kedua puluh finalis ini akan menjalani karantina dengan pembekalan mengenai public speaking, blogging, technopreneurship, dan catwalking. Mereka dipersiapkan untuk tampil memukau di Malam Penganugerahan Miss UMN 2013 pada 9 Oktober mendatang. Pemenang akan ditentukan melalui voting SMS yang mulai dibuka pada Senin, 23 September 2013.

Serunya acara tak berhenti sampai di situ. Masih ada pengumuman pemenang UMN Hoodie yang diundi secara acak. Hadiah-hadiah yang diberikan sangat menarik, yakni ipod shuffle untuk 2 orang, iphone 4 untuk 1 orang dan tiket liburan ke Bali untuk 2 orang. Dan tibalah saat di mana Rupin’s Project, DJ Bilga dan DJ Gladiator menjadi performer penutup. Berakhirlah UMN Night Kamis (19/9) malam, nantikan UMN Night yang selanjutnya.  (*)


Studi Banding Telkom University ke UMN

September 19, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service

Jurusan DKV Universitas asal Bandung ini mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat kampus UMN pada Kamis (19/9). 


Sebagai pembuka dari kunjungan studi banding, mahasiswa-mahasiswi DKV Telkom University dikumpulkan di Student Lounge untuk diberikan materi mengenai “Desain Komunikasi Visual dan Teknologi Informasi” oleh Bapak Desi Dwi Kristanto, Dekan Fakultas Seni dan Desain. Dijelaskan bagaimana perkembangan teknologi media, hingga munculny motion picture dan interactive media. 

Acara dilanjutkan dengan perkenalan HMF-SD dan presentasi oleh BEM Eksternal Maestro 2013 Telkom University. Mereka memperlihatkan seperti apa kampus mereka, fasilitas-fasilitas yang ada, jurusan serta acara-acara kampus. Dijelaskan bahwa DKV Telkom University memiliki dua konsentrasi yakni Technopreneurship dan Multimedia Marketing, di mana keduanya memadukan unsur ekonomi dan seni. Terakhir, dilakukan campus tour yang dipandu oleh para pengurus HMF-SD. Perjalanan campus tour berujung di Gallery DKV yang terletak di lantai 2 Gedung C Kampus UMN. 

Respon yang baik didapatkan dari peserta studi banding. “Kita bisa tau sistem pembelajaran di UMN dan kelebihan UMN. Yang menarik dari UMN ialah dari galerinya yang bagus serta fasilitas yang sangat mendukung untuk mahasiswa,” ungkap Gerry, mahasiswa DKV Telkom University angkatan 2011. (*)


Universitas Multimedia Nusantara Kenalkan Accounting and Tax Centre

September 19, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service

Bekerja sama dengan Direktorat Jendral Pajak Banten, Accounting & Tax Centre Universitas Multimedia Nusantara didirikan dengan tujuan untuk membantu masyarakat dan civitas akademika menyelesaikan masalah bisnis dan accounting mereka. 


Tujuan lain didirikannya Accounting & Tax Centre ini ialah sebagai wadah untuk pengembangan akuntansi dan perpajakan di mana mahasiswa maupun dosen bisa mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari di dunia praktek. 

“Kami akan menyelenggarakan berbagai kegiatan. Untuk accounting centre misalnya dengan seminar atau pelatihan yang terkait dengan accounting, memberikan jasa pelayanan untuk penyusunan laporan keuangan. Sedangkan untuk pajak, ada kerja sama dengan DJP Banten untuk memberikan konsultasi gratis setiap Selasa bagi mahasiswa dan masyarakat, lalu pembukaan brevet pajak serta pengisian e-SPT,” jelas ibu Ratnawati Kurnia, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Multimedia Nusantara.

Seluruh jasa tersebut bisa dimanfaatkan oleh civitas akademika seperti mahasiswa, keluarga mahasiswa serta masyarakat di sekitar Tangerang, wajib pajak dan UMKM. Ini juga menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya dari program studi Akuntansi. “Nama UMN bisa semakin dikenal dan terbina kerjasama yang baik UMN dengan lingkungan sekitar, bisa sama2 meningkatkan kinerja dari UKM-UKM di sekitar Tangerang,” tutur Ibu Ratna. 

Accounting & Tax Centre diperkenalkan di Function Hall kampus UMN hari ini, Kamis (19/9). Selain itu, turut diadakan seminar “Kebijakan Perpajakan Untuk Usaha Kecil dan Menengah” dengan pembicara Kepala Bidang P2 Humas Direktorat Jendral Pajak DJP Banten Bapak Winahju Mahartono, Dosen akuntansi UMN Bapak Waluyo, dan moderator Bapak Wirasan B. Ilyas. 

Dalam seminar tersebut, Bapak Winahju Mahartono memaparkan bahwa berdasarkan kebijakan pemajakan UMKM, semua usahawan bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah sebesar 1%, termasuk unit kecil dan menengah. Tetapi kedua unit tersebut masih belum optimal. Hal ini berkaitan pula dengan tujuan dibentuknya Accounting & Tax Centre UMN. 

“Inilah kesempatan UMN untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak khususnya di kabupaten Tangerang untuk melakukan setoran. Potensi wajib pajak yang ada di wilayah kabupaten Tangerang cukup besar, dan kita tau penerimaan Tiga Raksa membawahi kabupaten Tangerang penerimaan juga besar, mungkin terbaik di level Kanwil,” ungkap beliau. 

Universitas Multimedia Nusantara termasuk kampus kelima di wilayah Tangerang yang diajak untuk bekerja sama oleh Dirjen Pajak, sebelumnya sudah ada Untirta, UPH, Universitas Islam Syarif Hidayatullah dan STAN. Untuk ke depannya, masih diharapkan akan tumbuh tax centre lainnya. “Semakin banyak kampus akan memudahkan untuk mengedukasi wajib pajak. Mereka tidak perlu datang lagi ke kantor pajak. Selain itu, mahasiswa juga termasuk calon wajib pajak yang potensial,” jelas Bapak Winahju. 

Accounting & Tax Centre UMN akan mulai beroperasi pada 1 Oktober 2013, di Gedung C UMN ruang 212. Jam operasional : 09.00 – 16.00 (*) 


SCTV Goes To Campus Universitas Multimedia Nusantara Hasilkan Calon Jurnalis Berbakat

September 18, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan oleh SCTV Goes To Campus kemarin mencapai puncaknya di hari ini. Beberapa finalis akhirnya terpilih untuk menyandang gelar juara.


SGTC hari kedua dibuka dengan pengumuman mengenai 10 terbaik dari total 40 pesertaNews Presenter Competition yang berhasil masuk menjadi finalis. Tantangan yang harus dihadapi di babak final ialah membacakan sebuah topik yang dipilih secara acak oleh tim juri kemudian menjawab pertanyaan dari tim panelis berkaitan dengan topik tersebut. Panelis sendiri terdiri dari dosen-dosen UMN seperti Ibu Bertha Sri Eko, Ibu Syarifah Amelia, Bapak Rony Agustino, Bapak Ramon, Bapak Ambang Priyonggo, Bapak Lilik Dwi Mardjianto dan Bapak Inco Hary Perdana.

Sepuluh orang finalis tidak hanya dari UMN saja, tapi ada juga yang berasal dari LSPR, President University, UNTAR dan BINUS. Mereka memperlihatkan kemampuan untuk menguasai berita serta menyampaikannya dengan baik di depan kamera, dan mendapatkan penilaian dari dewan juri yakni Miko Toro dan Senandung Nacita. Turut hadir Wakil Pemimpin Redaksi Liputan 6 Bapak Putut Tri Husodo, Rektor UMN Bapak Ninok Leksono dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Bapak Andrey Andoko.

Seusai para finalis menyelesaikan tantangan mereka, diadakan workshop “Konvergensi Media Menuju Era Digital” untuk mengisi jeda sebelum pemenang dari Citizen Journalism dan News Presenter Competition diumumkan secara live dalam salah satu segmen di Liputan 6 Siang. Workshop ini dibawakan oleh Bapak Merdi Sofansyah, GM Fasilitasi Liputan 6.

Beliau mengutarakan bahwa media besar seperti TV mengantisipasi perkembangan digital dewasa ini dengan melakukan konvergensi, di mana bukan hanya tayangan utama di TV tapi juga secara online dan social media. Kemudian, diberikan pula gambaran seperti apa pekerjaan jurnalis yang sebenarnya di lapangan oleh Bapak Mauludin Anwar, GM Produksi Berita Liputan 6 serta sharing pengalaman menjadi news presenter oleh Retno Pinasti, news presenter Liputan 6.

Para pemenang dari kedua kompetisi pun akhirnya diumumkan live di liputan 6 siang. Untuk Citizen Journalism, didapatkan 3 tim pemenang. Juara 3 dengan judul paket berita “Ajang Miss UMN 2013” karya Andri, Albert Brando dan Ryan Rizal, juara 2 dengan judul “Perpustakaan Kampus UMN Digemari Mahasiswa” karya Octama Kriscahyanto, Jessica Noorsita dan Dea Andriani dan juara 1 dengan judul “Festival Kuliner Serpong” karya Abraham Ryan, Chandra Timothy dan Andy Garcia.

Sedangkan untuk News Presenter Competition, juara 3 diraih oleh Ivhanrel Eltrisna dari BINUS, juara 2 diraih oleh Ranieta dari LSPR dan juara 1 dinobatkan kepada Sylvia dari UMN. Ketiganya terpilih karena dianggap telah memenuhi kriteria untuk menjadi seorang news presenter. Dengan demikian berakhir rangkaian acara SGTC UMN 2013. Diharapkan event ini dapat memberikan ilmu dan pembelajaran seputar dunia jurnalistik. Dan tak lupa, selamat bagi para pemenang! (*)


Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen,Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id

Popular Post

Blogger templates

Labels

Powered by Blogger.

- Copyright © Universitas Multimedia Nusantara Akuntansi -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -